Thursday, 15 March 2012

And it goes like ... yeaaaah~

Pagi yang dingin menyambut, kali ini terlalu pagi sampai di kampus untuk mengenyam (sahileee) materi yang akan diberikan oleh Bapak dosen pagi ini. Sepintas muncul ide untuk menulis sesuatu tentang waktu. Mungkin agak menyimpang dari judul yang saya tulis "And it goes like yeaah". Coba dsambung-sambungkan deh, waktu itu selalu pergi begitu aja. Yupp pergi berjalan pelan tapi pasti, terlalu cepat tanpa disadari, pergi dan tak kan pernah kembali dan bukan hal yang bisa diulang walau hanya hitungan detik. Yaa waktu, apa itu waktu apa sih waktu?

Menurut kamus waktu, waktu adalah serangkaian saat ketika proses, perbuatan, atau keadaan berada/berlangsung dan tidak seorang pun tahu apa yang akan terjadi pada hal yang akan datang. Yupp it's right we can't predict what happen in the future. Jadi, coba manfaatkan waktu dengan sebaik mungkin.
Gue adalah orang yang sangat kurang disiplin terhadap waktu. Dan gue suka menghitung-hitung waktu untuk mengerjakan sesuatu sat dekat pada deadlinenya. Gue kurang bisa memanage waktu dengan baik. Dan gue sadar kadang, gue suka kelimpungan sama waktu ini.

Menurut gue waktu itu pun unik, waktulah yang membuat gue bisa mendapat banyak pengalaman yang berharga dan gak terlupakan. Waktu adalah hal yang paling penting dari semua hal. Karena waktu itu kita berani belajar.

Dan agak sedikit curhat, waktu juga yang menyembuhkan rasa sakit yang pernah amat gue rasakan dan membuat gue down seakan dunia akan runtuh. Waktu juga yang membuat gue bertemu dengan berbagai macam orang-orang yang ada di sekeliling gue. Paling penting waktu juga bisa jadi hal yang amat sangat ditakuti oleh orang-orang.

Jadi pada intinya, tiap individu punya pandangan yang berbeda soal waktu. Gimana mereka melihat dan menyikapi waktu sesuai dengan caranya masing-masing. Dan yang pasti waktu itu bukan hal yang bisa di daur ulang. Well, mulailah belajar bijak soal waktu.


Friday, 2 March 2012

Sawarna, Keindahan tersembunyi dengan segala pesonanya

Halooo, welcome myblog setelah hampir 2 bulan blog ini terbengkalai karena berbagai macam alasan untuk tidak dapat menyentuh blog ini akhirnya tersentuh juga. Kali ini saya akan sedikit menulis perjalanan liburan singkat saya ke daerah Banten dan Pelabuhan Ratu. Yoook mari disimaaak gan broh sist mbaknyaa, hasil persentuhan jari dan tombol keyboard di sore menjelang senja.

I have had a holiday, and I'd like to take it up professionally.
Kylie Minogue

Perjalanan Pantai Sawarna dan Pantai Bayah

Mentari pagi mulai keluar dari balik persembunyiannya. Indah dan begitu menawan hati, apalagi saat saya melihatnya dari atas bukit dengan hamparan luas pepohonan jati. Liburan singkat ini, saya habiskan bersama beberapa teman karib sejak SMA. Kali ini saya mengusulkan ide untuk mencoba mengeksplorasi keindahan "Sawarna" yang menurut penuturan para backpacker ialah sebuah pantai yang benar-benar surga tersembunyi. 
Kami menginap dirumah salah seorang teman yang terletak di Pelabuhan Ratu, Desa Batu Sapi. Untuk mencapai Sawarna memerlukan waktu sekitar 2-3 jam dari pelabuhan Ratu. Pada Juli, tahun lalu kami sempat datang ke Pantai Bayah yang letaknya tidak jauh dari Sawarna namun belum sempat menuju Sawarna karena keterbatasan waktu. Oiya, bila kita sudah mencapai satu spot yang tinggi ditengah-tengah perbatasan pelabuhan ratu dan banten, diatas bukit maka kita akan bisa melihat secara keseluruhan pelabuhan ratu dan banten yang dikelilingi oleh laut. Begitu indah dan membuat saya berdecak kagum dan mengucap syukur "Tuhan betapa indah ciptaanmu...". Dan kali kami memutuskan untuk menuju sawarna dengan perbekalan dari rumah dan modal berani tanya. Kesiapan mental dan perut akan teruji nih! Pikir saya dalam hati. Untuk mencapai sawarna kami harus melewati perjalanan jauh yang berkelok-kelok serta naik turun. Terlempar-lempar karena jalan-jalan berlubang, melewati hutan-hutan dikanan-kiri jalan. Perjalanan dari Pelabuhan Ratu menuju Banten ditempuh dalam waktu 1,5 sampai 2 jam. Setelah 2 jam perjalanan saya sampai di Desa Bayah, karena tidak tahu pasti dimana letak Sawarna akhirnya kami memutuskan untuk bertanya di sebuah tempat tambal ban. Setelah bertanya tukang tambal ban tad berkata "Sawarna yaa neng, nggak jauh kok dari sini.." Sepertinya memang kalau orang daerah bilang tidak jauh itu sama dengan 5x lipatnya perjalanan kita. Yaa kami sudah melewati hutan dan jalanan yang berlubang berakli-kali menyetop motor-motor penduduk yang lewat mereka bilang "1KM lagi neng ...". Woow sudah lebih dari 4Km kami menyusuri perjalanan namun tidak melihat tanda-tanda pantai sama sekali. Dan akhirnya sudah sekitar 6Km perjalanan dan sebuah turunan terjal barulah terlihat keindahan lautnya dari jauh. Wooww astagaaaaaa indah sekali terlihat dari jauh hamparan luas lautan biru. Gradasi warna biru terlihat jelas oleh mata. Dibalik bukit dan pepohonan terlihat keindahan yang tersembunyi. Perjalanan naik turun yang curam dam terjal sempat menyurutkan semangat kami untuk mencapai sawarna. Dan akhirnya kami tiba di desa Sawarna, lebak Banten. Namun disitu saya bersama teman-teman sepermainan belum juga mememui pintu masuk ke Sawarna tersebut. Akhirnya kami memutuskan kembali untuk bertanya pada penduduk desa. Kemudian penduduk menunjukkan arah dimana kami bisa masuk ke arah Pantai Sawarna tersebut. Iya, setelah perjalanan selamat 10 menit akhirnya saya melihat jajaran mobil pariwisata dan berbagai jenis kendaran lainnya yang terparkir dideoan jalan masuk desa. WOOOWWWWW! Ternyata lumayan banyak orang yang berkunjung ke sawarna dan yang membuat saya takjub tak hanya plat A,F,B atau D terparkir di Jalan masuk desa. Melainkan berbagai plat luar pulau jawa pun banyak menghiasi jalan masuk desa.

Waktu telah menunjukkan pukul 2 siang, untuk menuju pantai kami kembali harus menempuh perjalanan 1,5km lagi untuk mencapai pantainya. Karena pantai terletak di balik desa. Kami harus menyebrangi jembatan gantung dan melewati desa penduduk untuk sampai ke mulut pantai. Perjalanan 1,5km bukanlah jarak dekat untuk menghemat waktu akhirnya kami memutuskan untuk menaiki ojek yang memang tersedia untuk para wisatawan yang enggan untuk berjalan kaki. Ongkos ojek yang ditawarkan sebesar 20rb rupiah untuk antar jemput. Saya bersama teman saya kemudian menaiki ojek tersebut. Rasa ketakutan menghinggapi ketika harus melewati jembatan gantung tersebut dengan menggunakan sepeda motor. Jembatan tersebut tidak terlihat cukup kuat itukah yang membuat saya takut, namun abang ojek meyakinkan bahwa jembatan ini memang kuat dan sebagai satu-satunya sarana penghubung untuk masuk kedalam desa. Saat melewati jembatan mulut saya bergumam sambil membaca ayat kursi kalau-kalu ada hal yang tidak enak yang terjadi. Satu trek terberat telah terlewati akhirnya kami masuk kedalam desa dan melewati jalan-jalan dan gang kecil yang berkelok atau lebih biasa kita sebut jalan kampung karena letaknya berada setelah perkampungan kecil penduduk dan kembali melewati rerumputan liar di kebun yang belum dirapihkan penduduk. Voila, setelah  sepuluh menit kami sampai di hamparan luas laut sudah berada didepan kami, 2 buah karang yang sangaaaat besar terpampang di depan kami debur ombak yang cukup besar dan bertambarakan dengan karang-karang yang ada seperti nyanyian menyambut kami. Saya pun segera berlari untuk menyapa teriknya matahari dan indahnya pantai Sawarna ini. Tuhan betapa indahnya ciptaanMu. Tiada kata yang dapat menggambarkan kuasamu ini. 

Pantai yang begitu bersih dan begitu indah membuat saya takjub. Airnya begitu bening hingga saya dapat melihat ke dasar-dasar karang yang tergenang olehair. Di genangan-genangan tersebut saya dapat melihat dengan jelas ikan-ikan kecil yang berenang meleawti jari-jari dan telapak kai saya. Sungguh indah, saya pun dapat melihat bintang laut yang sedang berkumpul di karang yang tergenang air. Untuk pertama kalinya saya dapat melihat dengan jelas bulu binatang yang disebut bintang laut dan bulu babi dari jarak yang amat sangat dekat dan jelas, Mungkin sekumpulan bintang laut tersebut sedang berjemur dibawah teriknya matahari. Bintang laut ternyata bukan seperti yang digambarkan di film spongebob, makhluk berwarna pink yang gemuk. Sebagai kenang-kenangan saya mengambil beberapa foto bintang laut tersebut. 


Note : Pantai Sawarna ini termasuk kedalam kategori pantai selatan, dan baru ditemukan dua tahun lalu oleh seorang berkebangsaan Asing. Keunikan lain yang saya temui, rumah penduduk kampung tersebut banyak disewakan untuk penginapan baik turis lokal maupun macanegara. Turis mancanegara biasanya ramai di bulan Maret dan Juli. Biasanya mereka bisa menetap sampai berbualn-bulan. Untuk meneyewa penginapan ataupun rumah penduduk dikenai biayai RP 100.000- RP 120.000/hari untuk satu orang dan disediakan makan sebanyak 3 kali. Saat saya melewati perkampungan tersebut banyak turis yang tinggal dirumah penduduk dan mereka berbaur bersama penduduk lain kampung tersebut. Di sore hari biasanya para turis asing setelah selesai melakukan surfing, maka mereka akan duduk-duduk di teras dan dipan rumah untuk sekedar bersantai mengopi atau bersenda gurau dengan penduduk kampung tersebut.


Setelah puas menikmati keindahan pantai Sawarna dan beragam eksotisme, akhirnya kami memutuskan untuk menikmati sunset di pantai Bayah. Akhirnya kami bertolak kembali menuju pantai bayah. Sore hari di pantai bayah terlihat banyak Orang lelaki penduduk bayah menghabiskan sore dengan memancing. Akhirnya saya berlari untuk menghampiri salah seorang bapak yang sedang memancing untuk sekadar mengobrol dan berbincang-bincang. Ternyata karena jauh dari jangkauan kendaraan untuk menuju kota dan susahnya signal televisi atau radio, memancing adalah satu-satunya hiburan untuk menghilangkan kebosanan dan kepenatan.

Beberapa bapak-bapak yang menghabiskan sore untuk meng hilangkan kepenatan  setelah seharian bekerja dengan memancing.

Willy bocah dari desa bayah yang sedang bermain dan berenang di pantai. Bocah ini walaupun berbadan kecil ternyata ia bersekolah kelas 5 SD. Untuk mencapai solahnya dibutuhkan waktu 1 jam perjalanan dengan menggunakan sepeda motor diantar oleh wak'nya (kakak dr orgtua willy) bocah yang satu ini jago berpantun dan membuat saya dan teman-teman tertawa terbahak-bahak

seorang bapak yang saya hampiri saat memancing untuk berbincang-bincang sambil menunggu sunset tiba. Bapak ini ternyata pernah bekerja di Jakarta sebagai penjaga keamanan di Rumah Sakit Puri Cinere. Woow sangat jauh dari desa Asalnya. Dan dengan kebaikan hatinya ia memperbolehkan saya mengobrak-abrik isi tasnya yang berisi ikan-ikan hasil pancingannya,
Untuk pertama kalinya saya berhasil memegang ikan dan menghilangkan phobia terhadap binatang yang satu ini.


Tanaman laut yang saya temukan di dasar karang. Sangat lucu bentuknya seperti anggur dan beli kita memencetnya maka akan menyemprotkan air.


Akhirnya sunsetpun tiba. Indahnya menatap matahari tenggelam dan mulai bersembunyi di balik mega menutup perjalanan panjang saya menuju sawarna. Walaupun perjalanan begitu berat dan suit semuanya terbayarkan oleh keindahan yang tidak dapat saya lukiskan bagaimana luapan perasaan saya melihat pesona dari Sang Maha Kuasa. Semoga saya dapat berkunjung kembali ke Desa yang begitu unik dan indah ini.

"Like all great travelers, I have seen more than I remember, and remember more than I have seen." – Benjamin Disraeli 





Saturday, 17 December 2011

Messed Up!!

Halooo, seminggu ini menjadi minggu yang benar-benar kacau buat gue! kalo dikasih emoticon HUFFFFFFFFTTTTTTT!! ZZzzZZZZzzzzZZZZZzzZZZZ
Entah mengapa minggu ini gue super males banget ngampus! Dan belakangan gue galau sama hidup gue sendiri mau gimana dan mau jadi apa? Menjelang umur 20tahun menjadi beban fikiran banget!
Oke back to the messed up week!
Kacaaau! Dan ngebuat emosi gue gak ke kontrol bangeeeeeettt!
Hari senin dimana gue udah janjian sama temen-temen gue buat liputan untuk tugas "SEJARAH JURNALISTIK INDONESIA MODERN" ke TRUBUS tapi ditolaaaak dengan alesan sibuk dan dilempar-lempar superr kesel!
Hari selasa kacaaau balau lagi! Gue menghilangkan flashdisk temen gue karena penyakit super lupa gue!
Dan gue amat sangat merasa bersalah :"(
Minggu ini bener-bener kacau banget fikiran gue, galau gak jelas! Menjadi remaja labil!
Kadang gue merasa gak bisa percaya sama siapapun! Kadang gue ngerasa gue cupu banget!
POKOKNYA GAK NGERTI LAGI DEEEEEEEEEEEHHH!

Cukup sekian curhatnya! Gak mau panjang-panjang hehe! Terimakasih dan cupsss byee byeee

Sunday, 11 December 2011

Renungan Hari Minggu

Hari ini cuaca dari pagi agak mendung, yaa cuacanya membuat gue ingin malas-malasan aja dirumah sambil dengerin lagu seloww biar agak melloww tsaaaaaaaaah! Memasuki waktu sore si huja mulai turun membasahi bumi membuat mata gue sayup-sayup pengen tidur terus kaau cuaca seperti ini.
Tiba-tiba saat lagi bengong, terngiang lyric lagu kayak gini nih
"I wanna celebrate and live my life ..."
"saying aaa yooooo gotta let go! Baby let's goo .."

Entah mengapa gue suka banget sama lyric lagu ini. Kesannya membangkitkan semangat aja! Hidup terasa gak flat! Seperti iklan sebuah chiki *piiiiiip* "LIFE IS NEVER FLAT"

-Maria Robinson 

“Life is full of beauty. Notice it. Notice the bumble bee, the small child, and the smiling faces. Smell the rain, and feel the wind. Live your life to the fullest potential, and fight for your dreams.” -Ashley Smith 


Itu dia quotes yang menyentuh hati gue! Ada lagi satu quotes yang menjadi alasan kenapa gue jadi seseorang yang selalu tertawa walapun lagi nangis!

“Laugh as much as you breath and love as long as you live.”


Gue tau ini tulisan paling kentang tapi lagi gak mau nulis cuma mau corat-coret di blog aja! Daripada gue curhat di blog jadi panjang nnti. ahahahah
Yasudah goodbye selamat malam! Salam sejahtera untuk kita semua MERDEKA!!


Saturday, 10 December 2011

Culiner History

Heyhooo, kali ini gue mau nulis soal kuliner! Semua orang pasti butuh makan, semua orang suka makan (gue agak heran dengan orang yang gak suka makan). Selama ini kita cuma tau nyari makanan enak, menikmati makanan enak tanpa tau sejarahnya gimana "berkuliner" ini muncul. Yukk mari kita bahas :D

Sejarah Kuliner Nusantara!! Bagaimana sih awalnya sejarah kuliner Indonesia?? Begini ceritanya 
Sepanjang sejarahnya, Indonesia telah terlibat dalam perdagangan dunia berkat lokasi dan sumber daya alamnya. Teknik memasak dan bahan makanan asli Indonesia berkembang dan kemudian dipengaruhi oleh seni kuliner India, Timur Tengah, China, dan akhirnya Eropa. Para pedagang Spanyol dan Portugis membawa berbagai bahan makanan dari benua Amerika jauh sebelum Belanda berhasil menguasai Indonesia. Pulau Maluku yang termahsyur sebagai "Kepulauan Rempah-rempah", juga menyumbangkan tanaman rempah asli Indonesia kepada seni kuliner dunia. Seni kuliner kawasan bagian timur Indonesia mirip dengan seni memasak Polinesia dan Melanesia.



Masakan Sumatera, sebagai contoh, seringkali menampilkan pengaruh Timur Tengah dan India, seperti penggunaan bumbu kari pada hidangan daging dan sayurannya, sementara masakan Jawa berkembang dari teknik memasak asli nusantara. Unsur budaya masakan China dapat dicermati pada beberapa masakan Indonesia. Masakan seperti bakmi, bakso, dan lumpia telah terserap dalam seni masakan Indonesia Beberapa jenis hidangan asli Indonesia juga kini dapat ditemukan di beberapa negara Asia. Masakan Indonesia populer seperti sate, rendang, dan sambal juga digemari di Malaysia dan Singapura. Bahan makanan berbahan dasar dari kedelai seperti variasi tahu dan tempe, juga sangat populer. Tempe dianggap sebagai penemuan asli Jawa, adaptasi lokal dari fermentasi kedelai. Jenis lainnya dari makanan fermentasi kedelai adalah oncom, mirip dengan tempe tapi menggunakan jenis jamur yang berbeda, oncom sangat populer di Jawa Barat.

Makanan Indonesia umumnya dimakan dengan menggunakan kombinasi alat makan sendok pada tangan kanan dan garpu pada tangan kiri, meskipun demikian di berbagai tempat (seperti Jawa Barat dan Sumatra Barat) juga lazim didapati makan langsung dengan tangan telanjang. Di restoran atau rumah tangga tertentu lazim menggunakan tangan untuk makan, seperti restoran seafood, restoran tradisional Sunda dan Padang, atau warung tenda Pecel Lele dan Ayam Goreng khas Jawa Timur. Tempat seperti ini biasanya juga menyajikan kobokan, semangkuk air kran dengan irisan jeruk nipis agar memberikan aroma segar. Semangkuk air ini janganlah diminum; hanya digunakan untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah makan dengan menggunakan tangan telanjang. Menggunakan sumpit untuk makan lazim ditemui di restoran yang menyajikan masakan China yang telah teradaptasi kedalam masakan Indonesia seperti bakmie atau mie ayam dengan pangsit,mie goreng, dan kwetiau goreng (mi pipih goreng, mirip char kway teow).(sumber : wikipedia.org)

So yummieee :9 

Sekian cerita singkat mengenai sejarah kuliner nusantara. Semoga bermanfaat untuk kalian yang membaca blog saya! Ciaooooo :D

Friday, 9 December 2011

Belajar dengan apa yang namanya "bersyukur".

Haloooooooo, gak terasa udah seminggu ini gue gak nge-blog!
Pada kesempatan ini, gue mau berbagi cerita + mengulas hal-hal yang gue jumpai selama satu minggu ini. Yaa dimulai dari hari senin, dimana gue mesti balik ke gading serpong tempat gue menimba ilmu sebagai mahasiswi jurusan ilmu jurnalistik. Untuk mencapai kostan gue ini gue mesti naik TransJakarta dan beganti TransJakarta atau transit. hah ribeeet! Setelah itu gue mesti 3 kali berganti angkot.
Nah, cerita gue ini berawal pas gue naik angkot jurusan kalideres-serpong. Cuaca di sekitar jakarta barat sampe tanggerang itu memang selalu super panas! gue selalu mengeluh dalam hati kepanasan dan capek kalo ke kostan naik angkot (walaupun dalm hati mengeluhnya). Nah, sekitar 10 menitan angkot sampai tempat gue berenti, dari kejauhan tampak seorang ibu dengan pakaian amat lusuh, compang-camping membawa anaknya yang masih sekitar umur 3-4tahun. Gue fikir wah abis dr mana ibu ini berjalan kaki ditengah tangerang-serpong yang panasnya super gak nyantai. Pas angkot yang gue naikin melintas didepan si ibu tadi, dia nyetopin angkotnya. Kemudian, si ibu naik angkot tepat dihadapin gue. Dan gak sengaja gue memperhatikan si ibu lusuh ini, awalnya gue kira dia pengemis. Dan ternyata bukan! wooooww shock!!!!
Gue sesekali memperhatikan kearah ibu tadi. Ya Tuhaan, anaknya tampangnya lesuu banget, lemah dengan pakaian udh kotor dan robek. Si ibu memangku anaknya dan dipeluknya anaknya yang keliatannya sedari tadi mengantuk. Oiyaa gak sengaja gue ngeliat kearah bawah, ibu tadi ternyata jalan di aspal yang panas gini gak pake sendal sampe kakinya merah mengelupas kayak kapalan gtu deh bahasa daerahnya. YaTuhaan miris banget, gue sampe rasanya malu sama diri sendiri yang suka ngeluh. Ngerasa tertampar melihat keadaan orang-orang yang kayak ibu tadi sementara kita taunya beli sepatu baru, sendal baru. Belanja sana-sini!
Pokoknya gue cuma bisa diem dan terpaku liat si Ibu ini.

Setelah cerita si Ibu, gue mau lanjut cerita kejadian di kampus. Saat itu udah bubar kelas Sistem Komunikasi Indonesia. Kebetulan kelas selesai lebih cepat dan mata kuliah siang gue dosen gak masuk. Jadi, bisa beresin kost-an dan baju-baju gue yang udah numpuk. Nah, pas di lift gue ngobrol sama temen gue.
"Ya, Alhamdulillah banget ini mah sel, gue jadi bisa nyetrika baju gue yang numpuk."
"Lohh, lo ngapain nyetrika baju, di kostan gak ada pembantu."
"Enggak sel gak pake pembantu ahhaha, sekalian biar lebih hemat."
Kita masuk lift dan ada beberapa temen sekelas matkul SKI gue yg ngedenger percakapan gue sama temen gue tadi.
cwe2 : "Hah, hahahaha nyetrika baju (sambil cekikikan) ih gue kalo dirumah udah paling males banget kalo disuruh-suruh beresin rumah, atau berurusan sama kerjaan rumah. Ngeliat atau cium bau cucian piring aja gue mau muntah." Dan padahal gue gak ngomong sama mereka. Gerombolan cewe-cwe itu langsung nyamber kayak bensin ketemu api "-____-
Dalam hati gue "anjrrrrrriiiiiiiiiiiitttttttttttttttttt, nih cwe-cwe sombong abis! Gilaaaaaaaaak gak ada otaknya! Gak nyangka kata-kata gini keluar dari mulut seorang cwe. Kalo lo ngerasa diri lo tajir. It's okey but don't act like that! weey itu nanti kodrat lo sebagai seorang cewe seperti itu.

Nah, dari 2 pengalaman gue dalam minggu ini memberi gue pelajaran yang amat berharga. Gue bersyukur sama hidup gue. Gue bersyukur diajarkan sama nyokap gue bagaimana bertahan dalam hidup susah. Bagaimana hidup mandiri dan gak bergantung sama orang lain.
"Materi itu adalah titipan Tuhan, dan merupakan ujian buat kita. Bagaimana materi tadi bisa merubah kita menjadi orang yang sombong, serakah dan takabur. Dan bahkan materi yang kita miliki hanya sementara dan sewaktu-waktu bisa diambil kembali. Jadi, beajar menhargai dan bersyukur di setiap sesuatu yang kita miliki. Menghargai itu memang hal tersulit untuk dilakukan, karena penghargaan sendiri itu mahal."
Coba tengok orang-orang yang kurang beruntung di luar sana. Kalau hidup ini tiba-tiba ditukar, apakah kita sanggup menghadapi apa yang dijalani mereka setiap harinya?




Bagaimana kalau kita yang hidup diantara mereka?




Sudahkah Kita bersyukur hari ini?

Sunday, 4 December 2011

Perjalanan Panjang menjadi anak Sektor 7A gading Serpong

"In your life, you meet people. Some you never think about again. Some, you wonder what happened to them. There are some that you wonder if they ever think about you. And then there are some you wish you never had to think about ever again. But you do C.S. Lewis, The Wonder Years"


Malam ini gue memilih quotes tersebut buat jadi quotes of the day! Asiik biar keren kayak anak-anak beken! Widiiiwww gak deng! Melihat quotes tersebut gue jadi memikirkan teman-teman seperjuang gue di kontrakan! Basist awal ada gue, Debby Lufiasita a.k.a Upi, Syahdimar Anggita Hendiputeri a.k.a Anggita, dan kemudian bertambahlah dua orang cewe Aisya Putrianti a.k.a Icha, Mesya Sahada a.k.a Mesya. 
Oke gue akan memperkenalkan mereka satu persatu, Firstly Upi :  Upi ini salah satu sahabat gue dari SMA :* Kita bareng-bareng milih buat satu tempat kuliah walaupun banyak banget tantangan yang kita lalui! Ibarat sebuah lagu yaa lagunya Siti Nurhaliza "Walau Terang Hujan Badai Kita Lalui" saahilaaaah!
Nyokapnya upi itu asli bandung, makanya doi ini cantik. HUHUYYY Mojang bandung euuy! Hobbynya nulis! Sama kayak gue loh! Kita sehatiii sih! Tapi upi itu makhluk kamar bangeet! Hobbynya selalu berada dalam kamar hehehe
Nah, ini dia salah satu fotonya sama Rayi "RAN". She is a biggest fans of Rayi! Wooww asiknyaaaa foto bareng dan jalan bareng sama kaka rayii. Aku juga mau dong hehe.
 Taraaaaa, that's her boyfriend! Havie Parkasya a.k.a Lazy P. Rapper yang luar biasa pekerja keras loh doi. Nah, Upi dan Havie ini temen gue dari SMA! Kita selalu balik bareng naik bis bertigaan hahaha. Terlalu banyak cerita seru jaman SMA yang gak bisa dilupakan. Oiyaa, havie sama upi tuh udah paling cocok banget deh menurut gue! Nanti juga gue akan nge blog soal profilenya lazy-P ini! SOON YA GUYSS! Ditunggu aja hehe
 Next, This is Anggita! She is one of mybest girls! We are being friend since in the high school! Dan kita juga satu tempat kuliah, satu fakultas dan satu jurusan! uuuuu liat gayanya! MARI FOTO DULU CEKREEEK! hehehe
Anggita, anak 2 dari 3 bersaudara. Berdarah padang, sunda atau jawa gtuu bokapnya lupa hehe. Tapi tenang doi gak pelit kok. Baik looh, friendly, dan kebooo! pssssst doi itu suka bolot looh kadang-kadang hueeee pisss ah!
 Lihat gayaanya uuu! hehehe mesti tau banget biarpun mukanya imut-imut cieee! Tapi yee suaranya cemprengnya luaaarr biasaaa! Badut ancolpun kalah saing hahahaha. Cubiiittt dulu ah!
 Okeeeey terakhir! Ini pacarnya Anggita namanya Amri! CIEEEEEEE
 Next! Ini dia basist kontrakan yang masuk di pertengahan september! taraaaaa Mesyaa! Ini fotonya sama mama papanya! Mesya seorang gadis bogor-bali. Mama papanya berada di bali dan dia tinggal bareng neneknya yang dipanggilnya "mbah". Mesya itu anak satu-satunya.
 Ini dia pssst biar pun tampangnya anggun begini Mesya ini amat gokil brooh! Down to earth! Dan selidik punya selidik, cewek yang satu ini merupakan seorang model loh!
 Nah, yang ini pacarnya Mesya. Namanya Echa. Mereka juga salah satu pasangan yang cocok banget deh menurut gue! heheh longlast yaa both of you guys!
 Nah, basit yang terakhir si Aisya Putrianti a.k.a Icha! Nah, icha ini anak pertama dari 2 bersaudara. Icha itu super aktif! Ntah dia gak bisa diem atau apa tapi doi ini hobby berorganisasi! Saluuut hehehe Ini foto sama mamanya. Oiyaa fact of icha's mom. Mama icha itu gaya hidupnya sehat banget sampai icha selalu diceramahin soal makanan dan mesti selalu makan 4 sehat 5 sempurna hehehe.
 Ini papanya icha. Namanya papa aji yang selalu setia mengantar dan menjemput icha bila pulang kampus. Liat senyumnyaa ichaa mirip yaa sama papanya.
Nah, liat posenya icha ini. UUU gadis manis sekali bukan? Si icha ini juga hobby nge blog. Dia pernah menang lomba cerpen loh! oiyaa, icha itu punya hobby bikin kue dan dia buka usaha kue buatannya dirumahnya. So, you guys yang suka sama kue-kuean bisa pesen sama icha! Apple pie lo nampoool banget chaa! So yumiiieeeee




Okeee itu sedikit cerita tentang anak-anak kontrakan. Setahun setengah 1 rumah, satu kamar banyak banget yang udah kita lewatin. Suka dukanya jauh dari orang tua. Belajar buat dewasa dan betanggung jawab untuk masadepan kita :") Oke cukup sekian cerita saya malam ini! Okee sampai jumpa di post berikutnya see yaaa!!